INFORMASI :

Selamat Datang di Website Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, Pelayanan Kantor hari Senin sampai dengan hari Kamis Pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 15.30 dan untuk hari Jum'at pukul 07.30 s/d pukul 11.00 WIB. "HATI-HATI PENIPUAN DENGAN MODUS MINTA DI TRANFER DANA DENGAN MENGAKU KEPALA DESA ATAU PERANGKAT DESA"

PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA

PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA

SEBORO – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan/wawasan dan kesadaran pilar ke 4 STBM pengamanan sampah Rumah Tangga, pada Rabu (10/11/2021) diadakan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Selo Asri Desa Seboro. Kegiatan pelatihan ini dihadiri aparat pemerintah desa dan kader dari seluruh desa di Kecamatan Sadang.

Selain menghadirkan aparat pemerintah desa dan kader dari seluruh desa, acara ini juga dihadiri oleh UPTD Puskesmas Sadang serta dari Bank Sampah Kebumen dan TPS 3R Kabupaten Kebumen sebagai Narasumber. Kegiatan pelatihan ini diadakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan sehingga masyarakat terlindung dari penyakit atau gangguan kesehatan dalam rumah tangga.

Dalam penyampaian materi oleh Muhammad Abdul Rais dari bank sampah, sampah rumah tangga berdasarkan sifat daur-ulang sampah terbagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Yang pertama sampah organik merupakan jenis sampah yang bersifat dapat di daur ulang karena memiliki zat organik, misal sampah kertas, sampah sisa makanan, sampah dedaunan, kain bekas dll. Sampah organik bisa didaur ulang contohnya adalah didaur ulang menjadi pupuk kompos dan Mikroorganisme lokal. Beliau juga mendemonstrasikan bagaimana cara mengolah sampah dapur seperti sisa sayuran dan buah buahan untuk diolah menjadi mikroorganisme lokal dan kompos. Menurutnya keunggulan dari mikroorganisme lokal yaitu lebih tahan terhadap hama dan meningkatkan kesuburan tanah.

Selanjutnya jenis sampah yang tidak bisa di daur ulang secara alami adalah sampah anorganik. Tidak bisa didaur ulang secara alami karena terbuat dari bahan baku bukan alami dan sulit lapuk. Contohnya, botol plastik bekas, kaca, kaleng bekas, stereofoam, bahan-bahan dari logam dan plastik lainnya. Untuk masalah sampah anorganik sampai saat ini memang belum ditemukan metode pengolahan lain selain dengan pembakaran. Untuk pembakaran sampah anorganik di TPS (Tempat Penampungan Sementara) sampai saat ini masih diperbolehkan.

Setelah penyampaian materi selesai, para undangan yang sebagian besar merupakan anggota bank sampah dari masing masing desa melakukan praktek pengolahan sampah menjadi mikroorganisme lokal dan kompos dari bahan yang sudah mereka bawa masing-masing.

Di tahun 2022 Kecamatan Sadang akan mendapatkan pembinaan terkait dengan pengolahan sampah melalui Bank Sampah, diharapkan nantinya semua desa bisa mendirikan Tempat Penampungan Sementara (TPS).

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar Ke Twitter

Data Desa

Statistik Pengunjung

Polling 1

Polling 2