INFORMASI :

Selamat Datang di Website Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, Pelayanan Kantor hari Senin sampai dengan hari Kamis Pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 dan untuk hari Jum'at pukul 07.30 s/d pukul 11.00 WIB.

SOSIALISASI PERPRES NOMOR 9 TAHUN 2019 TENTANG PENGEMBANGAN GEOPARK (TAMAN BUMI)

SOSIALISASI PERPRES NOMOR 9 TAHUN 2019 TENTANG PENGEMBANGAN GEOPARK (TAMAN BUMI)

KEBUMEN- Rabu, 27 November 2019 - Sosialisasi Perpres Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengembangan GEOPARK (Taman Bumi) di Pendopo Rumah Dinas Bupati,bertepatan dengan setahun usia GNKK (Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong), Peserta dalam sosialisasi ini terdiri dari Camat,  Kades Lokasi Geopark Perwakilan OPD terkait, Komunitas Pokdarwis, Sosialisasi Perpres tersebut menghadirkan 4 narasumber. Diantaranya:

1. Asisten Deputi Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alexander Reyaan,

2. Kepala Biro hukum  Kementria Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RR, Rita Erawati, SH.LLM

3. Kabid Jejaring Inovasi SDA Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Dr Anton Setyo Nugroho, Sp.M.Agr

4. Direktur Energi Sumber Daya Energi Mineral Bappenas Dr.Togu Pardede dan Ketua Jaringan Geopark Indonesia Budi Martono.

Dalam laporan Penyelenggara yang disampaikan Kepala BAP3DA Kebumen Pudji Rahaju, menyampaikan bahwa Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) ditandatangani Presiden Jokowi pada 25 Januari 2019, diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 22 pada tanggal 31 Januari 2019. "Perpres ini merupakan bukti komitmen pemerintah terhadap pengembangan taman bumi/geopark yang ada di Indonesia. Untuk dikembangkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Kebumen mendapat Peringkat 15 Kabupaten Inovatif dalam Lomba kretifitas Tahap II.

Dalam sambutanya Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, meminta Peserta dapat mengikuti dengan tertib sampai selesainya acara sosialisasi, supaya dapat memahami tentang Geopark Karangsambung-Karangbolong (GNKK) dan Pokdarwis serta BUMDES untuk bisa mengembangkan Wisata di masing-masing Desanya, stakeholder terkait bergerak lebih cepat dalam pengembangannya. Apalagi status Geopark Nasional sudah setahun disandang oleh Geopark Karangsambung-Karangbolong (GNKK) tersebut. "Kita memang harus bergerak lebih cepat lagi, lebih kolaboratif, lebih intens dan sinergis dengan melibatkan lebih banyak elemen. Sehingga pengembangan GNKK menjadi sebuah gerakan bersama yang didukung oleh masyarakat. Bukan hanya berharap Bupati juga sudah melakukan study banding ke Danau Toba denga sejumlah media yang ada di Kebumen. setahun terakhir, pihaknya sudah beberapa kali belajar dari daerah lain. Saatnya sekarang mempraktikkan hasilnya. "Harus ada akselerasi, agar status Geopark Nasional tidak lepas. Sebaliknya, kita maksimalkan upaya kita agar GNKK diakui menjadi geopark Global oleh UNESCO," tegasnya.

Dalam paparan Ketua harian GNKK Ir. Djunaedi Faturakhman menjelaskan pengertian tentang Geopark secara sederhana kepada peserta diharapkan apbila ada pertanyaan masyarakat secara umum mengetahuinya. Lebih dari itu, keberadaan GNKK harus menjadi lokomotif perekonomian Kabupaten Kebumen dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sekaligus menjadi kawasan edukasi yang mencerdaskan dan terjaga konservasinya, karena tujuan utama GNKK adalah untuk mensejahterakan masyarakat.
 

Selayang Pandang 1 Tahun GNKK, Geopark Karangsambung Karangbolong telah ditetapkan menjadi geopark nasional pada tanggal 29 Nopember 2018 di Pongkor Bogor. Kawasan GNKK membentang dari ujung utara di Kecamatan Sadang hingga ujung selatan di Kecamatan Ayah. Meliputi 12 Kecamatan dan 117 desa dengan luas 543,599 km2, dengan ditetapkan menjadi Geopark Nasional, maka keberadaan kekayaan geologi yang didukung keragaman hayati dan budaya di Kebumen diakui ditaraf nasional. Hal ini juga sebagai wujud komitmen Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

 
Pada kesempatan itu, Bupati Yazid Mahfudz  juga diserahkan hadiah lomba kreativitas dan inovasi masyarakat tahap II Tahun 2019.

Dalam diskusi publik rangkaian acara sosialisasi tersebut, diungkap keinginan GNKK untuk menjadi UGG (UNESCO Global Geopark) yang rencananya akan diajukan pada tahun 2021, tentunya dengan syarat syarat yang ditentukan oleh UNESCO yang antara lain sosialisasi tentang GNKK ini haruslah lebih massive, sehingga masyarakat di 117 desa yang termasuk dalam kawasan GNKK ini memahami apa itu geopark.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) termaktub secara garis besar tentang Geopark, yaitu :

Bahwa Keragaman Geologi (geodiversity)  yang dimiliki Indonesia memiliki nilai Warisan Geologi (geoheritage) yang terkait dengan Keanekaragaman Hayati (biodiversity) dan Keragaman Budaya (cultural diversity), serta dapat dimanfaatkan melalui konsep pengembangan Taman Bumi (geopark) yang berkelanjutan, utamanya dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata. Pengembangan Taman Bumi (geopark) di Indonesia melalui 3 (tiga) pilar meliputi konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan utamanya melalui pengembangan sektor pariwisata, diperlukan tata kelola pengembangan Taman Bumi (geopark) yang dapat dijadikan pedoman bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar Ke Twitter