INFORMASI :

Selamat Datang di Website Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, Pelayanan Kantor hari Senin sampai dengan hari Kamis Pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 dan untuk hari Jum'at pukul 07.30 s/d pukul 11.00 WIB.

SARASEHAN MASYARAKAT TANGGUH BENCANA (MASTANA)

SARASEHAN MASYARAKAT TANGGUH BENCANA (MASTANA)

SEBORO, Sarasehan Dalam kegiatan pelatihan Destana Desa Seboro Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. bertempat di Aula UPT Disdik Kecamatan Sadang Kebumen (Kamis, 17 Oktober 2019). Hadir langsung dari Kalaksa BPBD Kabupaten Kebumen, BPBD Provinsi Jawa Tengah, TGUPP, Bapermades Provinsi Jawa Tengah, Bapermades Kebumen, Bappeda Kebumen, Perangkat Desa Seboro, dan Tokoh Masyarakat Desa Seboro.
Dimulai Pukul 13.40 WIB dengan Pembawa acara dari peserta pelatihan yaitu Ibu Nurhayati dari Unsur Pemerintah Desa, acara dibuka dengan membaca Basmalah dilanjutkan dengan menyanyikan himne Bakti sosial Penanggulangan bencana dan lagu kentongan oleh peserta pelatihan.
Selanjutnya Sambutan Kepala Desa Seboro menyampaikan selamat datang. Ucapan Terimakasih kepada Tamu undangane dari OPD yang sudah hadir secara pribadi maupun mewakilkan, dan kepada semua peserta pelatihan yang telah berkorban meninggalkan waktu aktifitas rutin  selama 5 hari untuk mengikuti kegiatan pelatihan.
Selanjutnya acara di moderatorI Sekretaris Dinas BPBD Kabupaten Kebumen Bapak Teguh Kristiyanto, SE, MT. Pemaparan. Penyampaian kajian resiko Bencana oleh Peserta Pelatihan Ibu Rina Yuniati dan Bpk Dalsin. Pemaparan yang dismpaikan ialah 
Draft Usulan
Skenario Desa Seboro Tangguh Bencana Berdikari dan Sejahtera Enam Tahun Kedepan  (Disajikan dari Pelatihan Destana Seboro 14 - 18 Oktober 2018 untuk bahan Diskusi dan di kembangkan kembali sebagai usulan melengkapi RPJMDes)
Pencegahan dan Mitigasi :
Desa Seboro memiliki 9 titik Ancaman longsor dengan kemiringan rata - rata diatas 45°, mendesak segera ada Program Mitigasi sembilan titik tersebut berupa talud dan bronjong maupun Reboisasi dengan pilihan tanaman yang tepat untuk penahan air sekaligus memiliki manfaat ekonomi.
Selain itu juga pentingnya drainase sebagai jalan air jika hujan.
Pemasangan Rambu Titik Kumpul, Jalur Evakuasi dan Tempat Evakuasi Akhir (Balaidesa atau UPDT) serta Pemasangan Peta Risiko Bencana di setiap dusun dan SOP Evakuasi sebagai upaya Kesiapsiagaan desa yang di rumuskan melalui Rencana Kontinjensi Desa.
Program Pengurangan Kerentanan
Beberapa usulan Program Pengurangan Kerentanan :
1. Program untuk Lansia
2. Program untuk Bumil agar sehat dan calon balita bebas stunting
3. Program untuk Balita bebas dari Gizi buruk
4. Kepastian Kartu Jaminan Kesehatan bagi warga Gakin
5. Program Ekonomi untuk Penanggulangan Kemiskinan secara kolektif dan RTLH
6. Tercukupinya kebutuhan Air Bersih untuk Minum
7. Jamban Sehat dan sistem IPAL Komunal
8. Cek kesehatan rutin bagi warga untuk PTM
9. Sosialisasi Sadar Bencana ke seluruh lapisan masyarakat.
10. Program untuk Penyandang Disabilitas
Program Peningkatan Kapasitas
1.    Mendukung Kebijakan Desa Wisata Seboro guna meningkatkan ekonomi kolektif warga
2.    Pemanfaatan Embung Seboro untuk meningkatkan produksi Pertanian
3.    Infrastruktur penunjang Desa Wisata
4.    Paket wisata dengan Permainan dan Homestay
5.    Kegiatan Budaya mendukung Desa Wisata
6.    Ruang Pamer Produk Asli Desa
7.    Penjajakan pengembangan tanaman Badur dengan desa tetangga untuk kebutuhan eksport (kebutuhan lahan 700 ha)
8.    Ketahanan Pangan Desa dengan mencukupi kebutuhan Pangan (Beras, Sayur, Ikan atau Daging)
9.    Rumusan program untuk Pemuda Pemudi Desa Seboro agar berkontribusi tenaga dan pikiran bagi pengembangan Seboro
10.  BUMDes dan BUMADes untuk mendukung peningkatan P.A.D. Sulit menjadi Tangguh  Bencana dan Berdukari jika PAD masih sangat minim.
11.  Simulasi / Gladi Renkon secara rutin dan berkala
12.  Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas FPRB dan Tim Siaga Bencana dalam hal Pengurangan Risiko dan Penanggulangan bencana.
13. Tabungan Siaga Bencana
14. Berjaringan antar Destana (Bolo Deso)
Di tengah rutinitas aktifitas, perlu dirumuskan kebudayaan lokal yang murah meriah dan massal sebagai wadah warga berkumpul dan gembira.
Sebagai contoh di kota kota besar ada event tiap minggu dengan nama Car Free Day, dimana warga kota berkumpul dalan satu titik dan gembira. Di malioboro jogja, event Car Free Day di kembangkan Joget bersama dan warga Gembira.
Bisa juga dikembangkan di Desa Seboro, event bersama di Tempat Evakuasi Akhir kegiatan santai dengan Joget dan Minum Kopi bersama. Dengan tujuan warga guyub saling kenal dan tetap Bahagia tinggal di Seboro meskipun dengan Ancaman Longsor yang tinggi.
Setelah Pemaparan dari Peseta Pelatihan dilanjutkan Penyampain Tanggapan dari Moderator BPBD Provinsi Jawa Tengah, TGUPP, Bapermades Provinsi Jawa Tengah, Bapermades Kebumen, Bappeda Kebumen.Diakhir Acara Penyerahan Bantuan Alat Dapur Umum dari BPBD Provinsi ke BPBD Kabupaten Kebumen.

 

Tambahkan Komentar Ke Twitter